___Subang (09/10/2026) Dunia kerja maritim tidak hanya menuntut keahlian teknis yang tinggi, tetapi juga integritas moral yang kuat. Menyadari tantangan tersebut, Akademi Teknologi Maritim (ATEKMAR) Patimban Subang berkompetensi penuh untuk membentuk kedua aspek tersebut secara bersamaan dalam diri setiap taruna dan taruni mereka.
Di kampus ini, para taruna tidak hanya dilatih menjadi tenaga ahli di bidang kepelabuhanan dan logistik, tetapi juga ditempa melalui rutinitas keagamaan yang ketat. Mulai dari pelaksanaan salat magrib berjamaah setiap hari, hingga rangkaian ibadah khusus pada hari Jumat seperti salat duha, salat hajat, membaca kitab munajat, serta shalawatan.
Tidak hanya berfokus pada internal kampus, ATEKMAR juga menggelar kegiatan tawasulan dan pengajian bersama masyarakat sekitar setiap malam Jumat. "Kita tidak melupakan warga sekitar, karena mereka sangat mendukung keberadaan kampus kita," ungkap Pak Tatan, narasumber dari salah satu staff ATEKMAR.
Menurut Pak Tatan, pembinaan karakter ini sudah ditanamkan sejak masa calon taruna dan taruni (catar-catir). Penanaman nilai-nilai kedisiplinan dan spiritualitas tersebut diteruskan secara turun-temurun dari senior ke junior melalui proses yang konsisten dan berkesinambungan.
"Taruna dan taruni kami datang dari latar belakang lingkungan yang berbeda-beda. Kami menyatukan mereka pelan-pelan. Proses ini tidak bisa instan karena jika instan, hasilnya tidak akan benar," tegas Pak Tatan. Ia juga menambahkan bahwa jika dasar agama dan bidang kemaritimannya sudah kuat, para lulusan diyakini mampu menjawab segala tantangan di dunia kerja.
Dalam penerapannya, pembentukan karakter ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari civitas akademika, dosen praktisi industri, dunia usaha sebagai mitra transfer ilmu, hingga para kiai dan ajengan di sekitar kampus. Taruna lulusan pondok pesantren pun diberdayakan untuk memperkuat suasana religi di lingkungan akademi.
Terkait keteladanan, Pak Tatan menunjuk Direktur Kampus ATEKMAR Patimban Subang, Capt. Asep Saepudin, S.E., M.Mar., sebagai sosok yang sangat disiplin. Sementara di bidang spiritual, teladan diambil dari para kiai sekitar, dengan tetap menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan tertinggi.
Kesiapan Kerja dan Jaminan Magang lewat Jejaring Industri
Secara akademik, ATEKMAR menerapkan kurikulum yang sangat aplikatif dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Sebelum terjun ke industri, taruna diwajibkan menguasai mata kuliah keahlian strategis seperti logistik, supply chain management, operasi terminal peti kemas, operasi terminal khusus dan kargo umum, K3 (HSE), muatan kapal laut, serta kepabeanan.
Untuk mendukung kurikulum praktis tersebut, ATEKMAR aktif menggandeng dunia industri. Saat ini, akademi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (NPH), yang menaungi empat perusahaan besar di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok serta satu cabang di Thailand. Melalui kerja sama ini, taruna dapat langsung melakukan praktik magang di jaringan perusahaan tersebut. Selain itu, kolaborasi pengembangan program juga dijalankan bersama Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Ekspansi kemitraan terus berlanjut. ATEKMAR dijadwalkan menandatangani MoU logistik dengan PT AJL Indonesia pada 12 Oktober 2026 mendatang. Kampus juga telah melakukan audiensi strategis dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban untuk mengarahkan kerja sama langsung dengan para operator terminal di Pelabuhan Patimban, seperti Patimban Global Gateway dan PICT.
"Dengan adanya MoU ini, kalian tidak perlu pusing lagi mencari tempat magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pihak kampus sudah menyiapkannya," ungakap Pak Tatan optimis.
Modal Bersaing di Pasar Kerja
Menghadapi persaingan industri yang ketat, kompetensi tinggi menjadi modal wajib. Namun, ATEKMAR mengingatkan agar para taruna tidak semata-mata mengejar materi atau jabatan. Pembentangan nilai religi diharapkan menjadi tameng agar para lulusan terhindar dari tindakan yang merugikan perusahaan, seperti korupsi.
Pihak akademi menetapkan standar kelulusan yang tinggi, yaitu IPK minimal 3,2, berada di atas rata-rata syarat industri saat ini yang umumnya mematok minimal 3,0.
Dengan bekal paket lengkap ini, kompetensi industri yang matang dan keimanan yang kokoh. Kampus ATEKMAR Patimban Subang optimis dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap dan siap pakai di pelabuhan, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya oleh dunia usaha.
Narasumber: Asep Tatan Gumilar, S.E.
Editor: Hanifah Chairani